Rabu, 24 November 2010

What Democracy Is

Demokrasi, hal yang sangat familiar dengan kita yang tinggal di Indonesia. Namun bukan berarti kita semua mengerti atau bahkan mengetahui apa itu demokrasi. Demokrasi di negara kita memang sulit untuk dilihat secara langsung karena jumlah penduduk Indonesia yang banyak dan tidak sedikit orang yang tidak memperoleh informasi ataupun pembelajaran tentang demokrasi. Sehingga apa itu demokrasi, bagaimana kerjanya dalam negara tidak dipahami dengan jelas oleh kebanyakan masyarakat saat ini. Sebagai contoh adalah orang-orang yang dibayar untuk berbondong-bondong turun ke jalan untuk menunjukan dukungan mereka kepada calon presiden atau calon pemimpin daerah di suatu tempat dan memilihnya dalam pemilihan umum.

Demokrasi dari asal katanya berarti kekuasaan berada di tangan rakyat. Bisa dikatakan bahwa demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.“Tolerance is one of the main principles of democracy” dan “there is no democracy without tolerance”, dua kalimat tersebut cukup meyakinkan kita bahwa toleransi merupakan hal yang penting dan yang utama di dalam demokrasi.

Banyak arti dari satu kata “demokrasi”. Demokrasi dapat berarti kebebasan untuk berbicara, bertindak, berekspresi, berpendapat. Demokrasi juga berarti mendengarkan dan menghargai suara, pendapat yang disampaikan orang lain. Demokrasi memperbolehkan seseorang untuk memilih apa yang mereka akan lakukan tanpa ada pengaruh dari luar. Demokrasi tidak lagi menggunakan kekerasan, “violance is a tool for weak people”.

Dewasa ini demokrasi sering disalah artikan. Demokrasi menjadi “tameng” bagi sebagian orang untuk bertindak sesuka mereka untuk kepentingan dan keuntungan mereka dan golongannya, dimana tidak memandang atau memerdulikan orang lain. Mereka mengartikan demokrasi hanya dalam hal “kebebasan” saja, dimana seharusnya demokrasi juga melibatkan dan berorientasi pada orang lain.

Demokrasi menurut saya merupakan kondisi dimana ada kebebasan bagi tiap individu untuk mengemukakan pendapat kepada publik melalui cara dan media apapun, dengan toleransi sebagai batasannya sehingga segala yang terjadi bersifat saling membangun, bukan saling menjatuhkan.

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat

*Sebagai tugas mata kuliah Kewarganegaraan

Peter Witama - 10120110065 - IlKom B - UMN '10


oke,, disini gw bukan mau melakukan copasus (copy-paste ala gayus)..hahaha! tapi gw mw beri kritik terhadap apa itu demokrasi. dan tentu saja gw hubungkan dengan indonesia.

gw ada 2 kritik.

1. menurut apa yang gw pelajari dalam ilmu komunikasi selama ini, demokrasi Indonesia tidak akan bisa berjalan sesuai dengan asal katanya. kenapa? untuk pertama-tama, kita kaitkan dengan teori fenomena gunung es/iceberg-dimana ada sesuatu yang melatarbelakangi suatu kejadian yang terjadi sekarang.karena Indonesia sejak dahulu (masa kerajaan), sudah menerapkan sistem feodal yang sangat kental. dimana kekuasaan itu berada di tangan para kaum bangsawan. disini rakyat ada untuk para bangsawan/raja. apalagi, indonesia menganut sistem ketimuran, sudah jelaslah bahwa demokrasi yang seharusnya akan susah terwujud (kekuasaan berada di tangan rakyat,susah terjadi).


2." Demokrasi menurut saya merupakan kondisi dimana ada kebebasan bagi tiap individu untuk mengemukakan pendapat kepada publik melalui cara dan media apapun, dengan toleransi sebagai batasannya sehingga segala yang terjadi bersifat saling membangun, bukan saling menjatuhkan." agak miris ketika gw membaca ini. karena sekarang ini, di indonesia, lebih banyak kepentingan pribadi yang disuarakan atas nama demokrasi. bicara media berarti berhubungan dengan pers. pers bisa cetak,tv dan online. dimana yang kita ketahui bahwa sebagian besar pemilik media massa itu adalah pengusaha besar yang berkecimpung dalam dunia politik. contoh: Ical-Tv one. lagi-lagi bukan demokrasi yang dari,untuk dan oleh rakyat. sangat ironi. hanya satu kalimat yang bisa jadi penutup celotehan gw, yaitu : "demokrasi,YAKIN? DEMOCRAZY kali."


kritik oleh: silvanus Alvin

1 komentar: